Kemarin adalah hari yang tidak pernah aku prediksi sebelumnya. Akhirnya aku dan dia menyerah.
Sebelumnya aku masih berfikir aku dan dia masih punya banyak waktu untuk membagi tawa ataupun tangis. Namun, semuanya berakhir.
Bukan aku atau dia yang bisa disalahkan. Hanya kondisi yang membuat kami tidak bisa bersama, setidaknya untuk saat ini.
Aku mencintainya, dan penyesalan itu selalu datang terlambat. Aku terlambat untuk mengetahui bahwa dia adalah seseorang yang akju cintai.Terasa sakit saat dia tidak ada didekatku. Untuk beberapa hari ke depan, mungkin masih air mata dan insomnia yang akan menjadi temanku, tapi ya sudahlah„ setidaknya aku masih punya teman :p
Semoga dia bisa menjaga dirinya.
Tidak sabar menunggu takdir yang bisa mempersatukan aku dan dia.