Assalamu’alaikum Pa, Kau mengingatkanku untuk memberi sedikit ruang pada kesabaran, Aku tak pernah bertemu denganmu, Sekilas aku menangkap pesan yang ingin kau kirimkan, Aku tak pernah mengerti kenapa harus bertemu denganmu, Maaf Pa, aku gagal kali ini. Alloohummaghfir li (…) warfa’ darajatahuu fil mahdiyyiin wakhlufhu fii aqibihii fil ghaabiriin waghfir lanaa walahuu yaa rabbal aalamiin wafsah lahuu fii qabrihi wa nawwir lahuu fiihi.
Kau meyakinkanku saat kau mengalungkan tanganmu pada pundakku,
Kau mempercayakanku untuk bisa menjalankannya,
Maafkan aku yang gagal menjalankan amanahmu.
Aku tak pernah berbicara denganmu,
Aku tak pernah mencium baumu,
Tapi aku seolah nyata merasa kehangatanmu di depanku.
Sekilas aku mengerti apa maksudmu masuk dalam mimpiku,
Sekilas aku paham kenapa kau menatapku dalam-dalam waktu itu,
Bahwa kau bahagia di sana dan mengharapkan kebahagiaan yang sama untuknya.
Aku juga tak pernah mengerti kenapa tidak bisa membiarkannya liar,
Dan aku tak pernah tahu bagaimana bisa melakukan semua,
Mungkin karena kita sama, ingin membahagiakannya.
Mungkin Pa, jika kau memberiku sedikit petunjuk nanti,
Pasti Pa, doaku kan selalu untukmu dan untuknya.Beban Pesan yang kau sampaikan padaku ketika kita bermain Tennis, gagal terlaksana.
Mungkin oleh ku atau oleh nya, atau mungkin oleh kami berdua.
Dear Pa,